ASSALMULAIKUM WR.WB.
izin memperkenalkan diri dan izin mengumpulkan tugas dengan mata kuliah :
NAMA : DIMAS MISBAKHUL MA'RUF
NPM : 22313020
KELAS : TI22A
MATA PELAJARAN : ORGNISASI ASITEKTUR KOMPER
DOSEN : AJENG AFITRI PUSPA NINGRUM M.KOM
Tahukah Anda 70% perangkat komputasi cerdas ada di sekitar kita? Salah satu faktanya adalah dunia kita akan terhubung ke lebih dari 50 miliar perangkat pada 2020. Embedded System juga dikenal sebagai sistem terintegrasi karena kombinasi perangkat keras dan lunaknya (juga dikenal sebagai Firmware). Banyak pemula ingin mengetahui cara kerja sistem embedded dan siklus hidup pengembangannya.
Suatu sistem adalah pengaturan di mana semua unitnya bekerja bersama sesuai dengan aturan. Ini juga dapat didefinisikan sebagai cara untuk bekerja, mengorganisir atau melakukan satu atau banyak tugas sesuai dengan rencana tetap. Misalnya, jam tangan adalah sistem tampilan waktu. Komponen-komponennya mengikuti aturan untuk menentukan waktu. Jika salah satu bagiannya gagal, arloji akan berhenti bekerja. Jadi kita dapat mengatakan, dalam suatu sistem, semua subkomponennya mengandalkan satu sama lain.
Apa itu Sistem Tertanam?
Sistem Embedded adalah kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak komputer, baik dengan kemampuan tetap atau dapat diprogram, yang dirancang untuk fungsi tertentu atau fungsi dalam sistem yang lebih besar. Mesin industri, perangkat industri pertanian, mobil, peralatan medis, kamera, peralatan rumah tangga, pesawat terbang, mesin penjual otomatis dan mainan, serta perangkat seluler, merupakan contoh yang memungkinkan untuk penerapan sistem Embedded.
Secara umum, Pengertian Sistem Embedded adalah sistem komputasi, tetapi sistem Embedded bervariasi dari tidak memiliki antarmuka pengguna (UI) – misalnya, pada perangkat di mana sistem dirancang untuk melakukan tugas tunggal – hingga antarmuka pengguna grafis (GUI) yang kompleks, seperti di perangkat seluler . Antarmuka pengguna dapat mencakup tombol, LED, sensor layar sentuh, dan lainnya. Beberapa sistem juga menggunakan antarmuka pengguna jarak jauh.
Sistem Tertanam memiliki tiga komponen:Memiliki Perangkat Keras .
- Memiliki Perangkat Keras .
- Memiliki Software dan Firmware.
- Memiliki sistem operasi waktu nyata atau Realtime Operating system (RTOS) yang mengawasi perangkat lunak aplikasi dan menyediakan mekanisme untuk membiarkan prosesor menjalankan proses sesuai jadwal dengan mengikuti rencana untuk mengontrol latensi. RTOS mendefinisikan cara sistem bekerja. RTOS menetapkan aturan selama pelaksanaan program aplikasi. Sistem Embedded skala kecil mungkin tidak memiliki RTOS.Berikut adalah alat/teknologi yang menggunakan embedded system.
Berikut adalah alat/teknologi yang menggunakan embedded system.
- Sistem Pemroresan signal
Contoh penerapan teknologinya adalah Real time video, DVD Player, peralatan kesehatan
- Distributed control
Contoh penerapan teknologinya adalah networking routers, switches, firewall, mass transit systems, elevators.
- “Small” systems
Contoh penerapan teknologinya adalah mobile phones, pagers, toys, smartcard, MP3 Players, PDA, kamera digital, sensors.
2. Sistem embedded dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi dan performansinya yaitu sebagai berikut :
- Sistem Embedded berdiri sendiri (Stand Alone) Sistem embedded yang termasuk kategori ini dapat bekerja sendiri.
- Sistem Embedded Hard Real-Time.
- Sistem Embedded Soft Real-Time.
- Networked Embedded Systems.
Contoh penerapan teknologinya adalah Real time video, DVD Player, peralatan kesehatan
- Distributed control
Contoh penerapan teknologinya adalah networking routers, switches, firewall, mass transit systems, elevators.
- “Small” systems
Struktur Dasar Sistem Tertanam
Berikut arsitektur dari sistem embedded, Ilustrasi berikut menunjukkan struktur dasar sistem Embedded SC GAMBAR

sistem arsitektur tertanam - Sensor: Alat ini mengukur kuantitas fisik dan mengubahnya menjadi sinyal listrik yang dapat dibaca oleh pengamat atau oleh instrumen elektronik seperti konversi A2D. Sensor menyimpan jumlah yang diukur ke memori.
- Konverter AD: Konverter analog-ke-digital mengubah sinyal analog yang dikirim oleh sensor menjadi sinyal digital.
- Processor & ASICs: Prosesor memproses data untuk mengukur output dan menyimpannya ke memori.
- DA Converter: Konverter digital ke analog mengubah data digital yang diumpankan oleh prosesor ke data analog
- Aktuator: Aktuator membandingkan keluaran yang diberikan oleh Konverter DA dengan keluaran aktual yang diharapkan yang tersimpan di dalamnya dan menyimpan keluaran yang disetujui.
Aspek-Aspek Penting dalam Embedded System
Berikut meripakan aspek-aspek penting yang membedakan embedded system dengan sistem lain, dantaranya adalah sebagai berikut:
1. Biaya
Komponen yang optimal memungkinkan untuk implementasi sistem dengan biaya yang serendah-rendahnya. Hal ini disebabkan karena perbedaan harga sedikit saja dapat sangat berpengaruh pada embedded system ketika dipasarkan secara luas dalam jumlah yang besar
2. Batasan Waktu
Pada umumnya embedded system merupakan real-time system, maksudnya yaitu sistem yang prosesornya terbatasi oleh batas waktu (time limit). Sistem-sistem inni umumnya merupakan sistem yang digunakan untuk keperluan yang kritikal dan harus selalu aktif. Embedded system harus dapat menangani masalah jika suatu saat real-time system mengalami serangan Denial of Service (DoS) yang membuatnya menjadi lambat sehingga batas waktunya tidak lagi terpengaruh.
3. Interaksi langsung dengan dunia nyata
Embedded system control application pada umumnya berhubungan langsung dengan dunia nyata. Oleh karena itu, jika terjadi kesalahan atau kerusakan pada embedded system ini akan berdampak lebih besar dibandingkan dengan sistem komputer biasa.
4. Batasan energi
Banyak embedded system yang mengambil daya dan energinya dari baterai. Maka serangan atau gangguan pun dapat terjadi pada embedded system melalui power supply.
5. Elektronika
Karena ambedded system merupakan sistem yang sangat erat kaitannya dengan elektronika, maka serangan-serangan atau gangguan juga mungkin didapatkan secara elektrik. Misalnya analisis dengan multimeter dan logic analyzer. Walaupun sistem komputer lain pada dasarnya juga merupakan elekronik, tetapi kemungkinan serangan dan gangguan pada embedded system bisa lebih besar terjadi.
B. Mikrokontroler
Adalah merupakan sebuha komputer kecil dalam satu sirkuit yang berisi inti prosesor, memori, dan input/output. Mikrokontroler tidak ditanamkan dalam komputer karena mikrokontroler ini tidak didesain untuk melakukan pekerjan-pekerjaan rumit. Mikrokontroler didesain khusus untuk embedded system.
Mikrokontroler ini berukuran lebih kecil karena menyesuaikan dengan embedded system yang tidak membutuhkan kapasitas dan address bus yang terlalu besar. Mikrokontroler juga banyak dipasang ke barang-barang elektronik karena harganya yang terjangkau
Universitas Teknokrat Indonesi
FTIKReferensihttps://www.dul-muid.my.id/2021/10/11-1a-embedded-system-sistem-tertanam.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar